Marketing Catalysis Eps. 02: Win The Heart, Close the Deal.

Jam 19.32 ketika saya duduk di meja depan laptop, tiba-tiba ada wa masuk dari pak Nanang. Saya lalu buka, dan isinya adalah seminar acara Marketing Catalysis yang diadakan oleh Amrei yang akan dimulai pkl. 20.00 wib. Dengan pembicara Coach Ramli, Coach Riski Irawan, dan Coach Dedy. Tanpa pikir panjang, saya putuskan untuk mengisi malam minggu saya dengan menghadiri zoom gratis penuh ilmu ini.

Btw, thankyou ya pak Nanang. "Semoga Allah berikan pahala dan kemudahan selalu untuk Antum."

Btw, buat temen-temen yang bukan jualan rumah. Bisa juga ikutan, baik online atau offlinenya. Karena basic ilmunya sebetulnya sama. Hanya saja memang, amrei ini fokus pembahasan produknya di properti. Kalau ada dari teman-teman yang next mau ikutan acara ini, silakan japri saya di kontak wa: 081573644402 (free).




Dengan tujuan supaya resume zoom semalam mudah untuk saya baca-baca lagi dari mana saja. Maka, biasanya saya bikin catatan di blog. Berikut ini poin yang aku tangkep semalem, di marketing Catalysis eps. 02: Win The Heart, Close the Deal.

1. Target closing 1.000 sampai Desember 2025. Rezeki Allah tidak terbatas. Kalaupun gagal mencapai target, yang penting nggak gagal dalam perencanaan. Yang dibangun MINDSET nya.

2. Kelemahan AI itu menghilangkan "emotion" dan mereka pembeli rumah itu nggak suka kalau tanpa "emotion"

3. Pembeli nggak cari rumah terbaik, tapi yang terasa paling cocok. Suasana hati saat visit terasa pas.

4. Harga & cicilan bukan satu-satunya pertimbangan utama. Ketika hati yakin, deal. "Kayaknya ini rumahnya."

5. Closing terjadi saat membicarakan mimpi masa depan, bukan soal teknis, jarak. Penjual yang bisa bantu konsumen bayangin masa depan bahagia, lebih cepat closing.

6. Orang beli rumah karena perasaan aman, nyaman, percaya. 3 trust (personal, developer, produk). Emotional trust lebih penting dari pada brosur.

7. Marketing hadir sebagai teman (teman ngobrol yang asyik, bayangin konsumen itu merupakan temen lama di SMP yang dulu satu kelas), bukan memposisikan sebagai penjual, sales.

8. Customer beli ketika benefit > harga. Untuk membesarkan benefit itu, gunakan bahasa emosional bukan rasional. Lebih banyak pake ilmu "emosional" rasanya gak kaya jualan (rifki hakim).

9. Kalau orang nggak beli, bukan produknya yang bermasalah. Tapi Anda nya. Kita sendiri. Jadi perbaiki mindsetnya. Sentuh hatinya.

Cara menjawab emosional




Garasi ukuran berapa?
- rasional: ukuran 3x3mtr pak.
- emosional: kalau bpk punya alphard, pajero masih bisa masuk motor, masih ada space tersisa.

Luas kamar berapa?
- emosional: jadi ini pak, ukuran kamar nya sudah dibikin pas oleh arsiteknya dan telah dilakukan riset supaya nyaman digunakan mahasiswa untuk istirahat dan belajar.

Cara ajak survey
- Saya yakin ditengah kesibukan bapak, bpk bisa meluangkan waktu untuk mengobrol-ngobrol dan saya mengundang bapak untuk melihat-llihat rumahnya, supaya bpk bisa memiliki properti impian bpk.

- Kasih sesuatu hal yang bikin penasaran. Misal, apa fasilitas di kamar ini? Fasilitas yang ada di kamar sudah diriset sama mahasiswa untuk nyaman buat belajar dan istirahat. (Jangan terburu nafsu ngasih penjelasan dekat ini, dekat itu).

Row jalan berapa meter?
- Misal row nya 3 meter (jawaban ketikan di wa). Banyak calon pembeli kami yang awalnya juga menanyakan hal yang sama. Karena row jalan itu memang penting — bukan cuma soal mobil bisa masuk atau nggak, tapi soal kenyamanan, kemudahan akses, dan prestise jangka panjang.

Nah... menariknya, lokasi ini punya karakter jalan yang tidak hanya memadai, tapi justru jadi keunggulan tersendiri. Row nya ini seperti jalan pedesaan bu. Jalan menuju pedesaan umumnya kurang lebih 3 meter seperti projek kita ini.

Boleh nggak saya kirimkan foto dan videonya? Karena biasanya setelah lihat langsung, banyak yang bilang,
“Wah, ternyata jauh lebih lega dari yang saya bayangkan…”

InsyaAllah, kalau Bapak/Ibu sudah lihat, justru bisa makin mantap ambil unitnya sekarang.

10. Cara jawab emosional adalah cara jawab untuk closing.
11. Jangan pernah puas dengan ilmu. Terus belajar, terus mempraktekkan. Perbaiki circle, buyar kalau circlenya payah. Jangan beralasan dengan waktu, dengan jarak.

Semoga bermanfaat. Insyaa Allah.

Posting Komentar untuk "Marketing Catalysis Eps. 02: Win The Heart, Close the Deal."